Data Pendakian Gunung Sindoro dan Sumbing

Oleh, Rizky Ramadhani

2 Februari 2011

 

Sekilas Gunung Sindoro dan Sumbing

 

Gunung Sindoro (3153 mdpl) dan Gunung Sumbing (3371 mdpl) merupakan gunung berapi aktif yang termasuk bagian pegunungan Jawa Tengah-an. Dua gunung ini seringkali disebut sebagai gunung kembar karena lokasinya saling berdekatan yang hanya dipisahkan oleh jalan raya utama Magelang-Wonosobo. Di kawasan kedua kaki gunung ini memiliki keindahan alam yang luar biasa indah. Merupakan kawasan ladang pertanian dengan sistem tumpangsari. Tanaman pertanian di daerah ini antara lain sayur-mayur seperti kol, wortel, daun bawang, serta jagung. Tidak hanya sayuran, tembakau juga merupakan tanaman utama disini.

 

Kawasan hutan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing memiliki vegetasi yang tidak terlalu rapat, seperti pada gunung di daerah Jawa Barat. Umumnya pohon-pohon di kedua gunung ini berukuran kecil dan pendek. Jenis tanaman hutannya antara lain, lamtoro, pinus, perdu, rumput, serta tumbuhan bunga seperti edelweiss. Di kedua gunung ini jenis edelweiss yang tumbuh antara lain berwarna putih, kuning, dan ungu.

 

Pendakian Gunung Sindoro

Pendakian Gunung Sindoro dapat ditempuh dari beberapa jalur. Salah satu jalur yang paling ramai yaitu melalui Desa Kledung. Pos pendakian Gunung Sindoro (Kledung) dan pos poendakian Gunung Sumbing (Dusun Garung) melalui jalur Wonosobo-Magelang letaknya saling bersebelahan, sehingga rute angkutan yang ditempuh sama. Dari Jakarta desa kledung dapat ditempuh melalui beberapa rute transportasi. Dalam hal ini akan dibahas melalui angkutan bus.

  1. Jakarta-Wonosobo, dapat ditempuh dengan bus Sinar Jaya dari terminal Lebak Bulus, Pasar Minggu, Pulo Gadung dengan harga tiket untuk ekonomi 60 ribu rupiah, sementara AC seharga 75 ribu rupiah. Lama perjalanan yang ditempuh kurang lebih 12 jam. Disarankan berangkat dari Jakarta pada sore atau malam hari agar tiba di Wonosobo pada pagi harinya.
  2. Setelah tiba di terminal Wonosobo dilanjutkan dengan menumpang bus 3/4 jurusan Magelang turun di Desa Kledung Gunung Sindoro. Ongkos bus mulai 4 ribu – 10 ribu rupiah. Dapat juga ditempuh dengan menumpang bus ukuran besar tujuan Semarang. Demi keamanan, disarankan naik diluar terminal dan jangan berlama-lama didalam terminal.

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki desa kledung. Di Gapura desa terdapat kantor Desa serta Masjid yang cukup Besar sebagai penanda pintu masuk Desa Kledung. Berjalan kurang lebih 200 meter maka anda akan menemui papan penunjuk arah base camp yang terletak sebelah kanan jalan.

 

Di  base camp Gunung Sindoro, anda dapat melakukan registrasi pendakian dengan biaya  perorang 3 ribu rupiah denganrincian 2 ribu rupiah tiket dan seribu rupiah fasilitas air. Anda juga dapat mengecas peralatan listrik anda dengan biaya seribu rupiah. Disini tersedia pula peta seharga seribu rupiah. Bagi anda yang tiba di base camp terlalu malam juga dapat menginap disini.Pengisian air dilakukan dari base camp mengingat sepanjang jalur pendakian tidak terdapat mata air.

 

Dari base camp, perjalanan dilanjutkan dengan naik keatas melewati rumah-rumah penduduk yang padat. Anda dapat bertanya kepada penduduk apabila kesulitan mencari jalan ke jalur pendakian mengingat banyak percabangan desa dan gang-gang sempit yang akan anda temui. Keluar dari perkampungan, anda langsung memasuki ladang penduduk dan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Sindoro dengan arah belakang Gunung Sumbing.Treknya jalan berbatu yang sudah ditata rapi. Hingga perbatasan ladang dan hutan dapat anda tempuh dalam waktu normal 1 jam.

 

Selepas ladang penduduk, jalan langsung menanjak dan disisi kiri-kanan dipenuhi tanaman lamtoro dan pinus yang tidak terlalu tinggi. Memasuki hutan ini banyak terdapat tempat camp yang dapat anda manfaatkan. Tapi  pos 1 Sibajing yang sebenarnya baru akan sampai sebelum jalan berbelok ke kanan melipir punggungan sekitar 45menit dari perbatasan ladang. Di pos 1 akan anda temui bekas bangunan pos beratap seng yang sudah roboh. Disini anda dapat mendirikan 2-3 tenda. di pos 1 terdapat percabangan, anda harus mengambil jalan ke kanan karena ke kiri merupakan jalan ke arah ladang baru penduduk. Berbelok kekanan jalan naik turun melipir bukit melewati beberapa jembatan kecil. Jalur disini cukup sempit dan sejuk karena tertutup pohon-pohon lamtoro berukuran sedang. Jarak pos 1 ke pos 2 tidak terlalu jauh dapat ditempuh 45 menit perjalanan.

 

Setelah melipir bukit maka anda akan tiba di pos 2. Pos 2 cukup untuk mendirikan 2 tenda. Setelah pos 2 jalan akan menanjak sekitar 40-60 derajat. Dalam perjalanan anda akan menemui batu berukuran besar ditengah-tengah jalan. sebelum memasuki pos 3 vegetasi akan terbuka dan jalan melebar. Kondisi jalan berbatu dan terjal. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 dapat ditempuh dalam waktu 3-4jam.

Pos 3 merupakan pos yang cukup ideal untuk mendirikan camp karena lokasinya yang setengah perjalanan menuju puncak serta kondisinya yang cukup lapang, hanya saja anda harus memilih lokasi camp yang lebih terlindungi dari angin

 

 

 

Selepas pos 3 anda dapat melanjutkan perjalan menuju puncak utama gunung Sindoro, pada mulanya anda akan melewati tanjakan yang cukup curam sekitar 60 derajat dengan kondisi tanah merah dan berpasir. Melawati bagian ini anda dituntut ekstra hati-hati karena jalurnya agak licin dan membutuhkan bantuan pegangan akar-akar pohon.Semakin anda naik punggungan disisi kanan akan semakin mendekat dan anda dapat melihat puncak bayangan pertama yang seakan-akan puncak sebenarnya. vegetasi dari pos III ke puncak bayangan pertama terbuka, banyak ditumbuhi tanaman bunga-bungaan serta lamtoro tetap mendominasi. Angin cukup kencang terutama dari lembah sisi sebelah kiri. Sepanjang jalur ini anda akan banyak menemui tempat datar yang bisa dimanfaatkan untuk membuka camp, sayangnya luasnya tidak begitu besar hanya untuk 1-3 tenda saja bervariasi.

 

 

Puncak Bayangan belum selesai, setelah anda melewati puncak bayangan pertama maka selanjutnya anda akan melihat Puncak Bayangan II. Puncak bayangan inilah yang seringkali membuat para pendaki menjadi melemah mentalnya. Dikawasan ini, anda akan banyak menguras energi untuk melanjutkan perjalan karena medannya yang semakin terjal. Kawasan ini sering disebut Watu Tatah karena anda dapat menemui beberapa undakan batu yang besar seakan ditata.Kondisi batu-batu besar disini cukup memprihatinkan karena dicoret-coret oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.Bunga edelweiss putih dapat anda temukan mulai kawasan ini.

 

 

Setelah melewati kawasan watu tatah punggungan sisi kiri dan kanan mulai menyatu dan sebelum memasuki kawasan padang edelweis, anda akan menemui lahan yang dapat digunakan untuk buka camp hanya saja angin didaerah ini cukup besar. Kita dapat melihat puncak yang sebenarnya dari sini yang diselimuti padang edelweiss. Vegetasi disini sangat terbuka tinggal rumput-rumput serta tumbuhan khas puncak gunung seperti edelweiss tanjakan disini tidak begitu curam.Tidak beberapa lama maka anda akan tiba di puncak Sindoro 3153 mdpl. Total waktu dari Pos 3 hingga puncak Sindoro secara normal dapat ditempuh dalam waktu 4 jam.

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: