Kumpulan Puisi Jilid II

” Ketika “

oleh Rizky Ramadhani

 

ketika sebuah tujuan kita menyimpang

kita bingung hendak kemana angin bertiup

dan seakan terjebak pada manusia-manusia kritis itu

aku tidak bisa keluar dari kotak ini

semakin membunuh suaraku,

mencekik leher

untuk menuju kesana

sementara jalan masih badai

aku takut tenggelam

Tuhan, harapanku pada-Mu

aku tak mungkin menahan angin

hari-hari ini adalah berat

menentukan masa depan

dan harus memilih

aku tak tahu, aku ragu

 

 

 

“Rakyat  dan Mahasiswa “

Oleh Rizky Ramadhani

 

rakyat Indonesia

bersama mahasiswa

didalam pengekangan

1965, 1998 adalah saksi bisu

dimana kekuatan melaju

sekarang tinggal cerita

kesibukan dan demoralisasi

 

 

 

” Cerita Sore Itu”

Oleh Rizky Ramadhani

 

manusia-manusia yang tak pernah mati

di rel kereta usang

pedagang asongan

berdenyut..

aku terhanyut

wetengku lara?

 

 

 

” Lusuh “

5 April 2011

Oleh Rizky Ramadhani

 

aku adalah kata yang terpenggal

tak ingin melanjutkan

tapi jadi lusuh

 

aku adalah angin

yang terbang dan mengalir

kemana tujuan hendak digapai

 

aku adalah pelabuhan

berlabuh para pemikiran

dan kefrustasian ini

 

aku adalah mati

dan ajal-ajal itu

semakin mendekat

seakan berteriak keras di telinga

 

aku ingin menjadi manusia

manusia yang berpikir

tentang hati, tentang mati

aku tak ingin sekali

bersandar pada tiang rapuh

 

 

 

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: